LWN8NWJ5LGp5LWRbMGB7MWBbN7csynIkynwbzD1c

Hidupkan Literasi Digital, Suster PMY Indonesia Wonosobo Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi

Para suster dan calon biarawati dari Kongregasi Suster PMY Indonesia mengikuti …

BLANTERLANDINGv101
8350489988225664623

Hidupkan Literasi Digital, Suster PMY Indonesia Wonosobo Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi

Sabtu, 14 Februari 2026



Wonosobo – Para suster dan calon biarawati dari Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Putri-putri Maria dan Yosef (PMY) Indonesia mengikuti pelatihan dasar jurnalistik dan fotografi digital di Susteran PMY Wonosobo, Jalan Mangli No. 5, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (14–15 Februari 2026), ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital di lingkungan biara.

Pelatihan ini diikuti oleh delapan peserta yang terdiri dari empat aspiran, tiga novis, dan satu suster. Agenda utama difokuskan pada penguasaan teknik penulisan berita serta teknik pengambilan foto jurnalistik untuk mengisi konten di situs resmi organisasi, yakni https://pmyindonesia.com.

Hadir sebagai narasumber utama, Agustinus Suseno, yang merupakan Ketua Komunikasi Sosial (Komsos) Kevikepan Jogja Timur. Pada hari pertama, peserta dibekali teori dasar jurnalistik, sementara pada hari kedua, fokus dialihkan pada praktik fotografi lapangan dan tinjauan (review) hasil karya peserta.

Ketua Komsos Kevikepan Jogja Timur, Agustinus Suseno, menjelaskan bahwa pembekalan ini sangat krusial agar media komunikasi yang dimiliki kongregasi tetap aktif dan relevan.

"Agar website tersebut hidup, maka perlu adanya pembaruan artikel kegiatan secara berkala. Untuk mendukung hal tersebut, para suster perlu dibekali keterampilan jurnalistik dan fotografi yang mumpuni agar pesan dan misi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas," ujar Seno.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Para peserta yang terbiasa dengan ritme hidup biara yang tenang, tampak antusias memegang kamera dan menyusun draf berita. Bagi sebagian besar peserta, dunia jurnalistik merupakan hal baru yang menantang sekaligus membuka wawasan.

Agustinus Suseno memberikan pengarahan pada sesi praktek fotografi

Yuliana Ngadu, salah satu peserta dari jenjang aspiran, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Ia menyatakan sebelumnya tidak memahami teknis komunikasi media maupun struktur penulisan berita yang benar.

"Sore ini saya belajar tentang jurnalistik bersama para novis dan Suster Emilia. Saya sangat bersyukur karena sekarang saya baru tahu apa itu jurnalistik. Selama ini saya tidak tahu apa itu poin-poin penting dalam berita. Semoga dengan belajar bersama Pak Seno, saya bisa lebih tahu dan paham cara menulis," ungkap Yuliana.

Foto salah satu hasil jepretan suster 

Melalui pelatihan ini, diharapkan para suster dan calon biarawati PMY Indonesia tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten yang edukatif. Keterampilan baru ini diproyeksikan dapat memperkuat dokumentasi internal sekaligus menjadi sarana pewartaan yang lebih modern melalui platform digital.


BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang